Setya Novanto Gelar Praperadilan Terhadap Kasus E-Ktp

Usai menghebohkan masyarakat karena berhasilnya pihak lembaga anti korupsi mengungkap kasus korupsi yang dianggap terbesar di Indonesia hingga merugikan negara lebih dari 2 Triliun tersebut ternyata masih ada kelanjutannya dari kasus besar e-KTP tersebut, kali ini giliran Setya Novanto yang dijadikan tersangka oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus tersebut. namun berbeda dengan tersangka lainnya, Setya Novanto yang tak terima dirinya dijadikan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus korupsi e-KTP mengajukan praperadilan terhadap kasusnya tersebut.

 

Praperadilan dari Setya Novanto tak ganggu penyidikan KPK

Pihak KPK menegaskan bahwa gugatan praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto tak akan berpengaruh terhadap pengusutan kasus e-KTP yang masih dikembangkan oleh KPK tersebut, juru bicara pihak KPK (Febi Diansyah) menjelaskan jika praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto akan mereka hadapi serta secara pararel penyidikan akan terus berproses hingga selesai.

 

Sidang praperadilan ketua DPR tersebut awalnya akan digelar pada selasa 12/9/2017 pukul 09:00 WIB di PN Jakarta Selatan tapi terpaksa harus mengalami pengunduran sampai pada rabu 20/9/2017. Penundaan sidang praperadian Setya Novanto tersebut diputuskan oleh hakim yang menyikapi permintaan dari pihak KPK yang menyebutkan masih melengkapi berkas-berkas administrasi.

 

Pihak KPK meminta kepada hakim untuk menunda sidang praperadilan perdana Setnov untuk bisa melengkapi persyaratan berkas administrasi, KPK berharap dapat menunda persidangan Selama tiga minggu. Surat permintaan KPK tersebut dibacakan oleh hakim Cepi Iskandar. Di PN Jaksel jalan Ampera Raya 12/9/2017.

 

Inisiator GMPG hadiri praperadilan Setya Novanto

Ahmad Doli Kurnia (inisiator gerakan muda partai golkar) hadir disidang perdana praperadian Setya Novanto atas KPK, Doli menilai jika sidang tersebut merupakan peristiwa penting dimana harus dikawal oleh masyarakat, karena kasus tersebut merupakan kasus yang besar.

 

Menurut Doli Kurnia selama ini, sidang praperadilan dijadikan sebagai celah bagi para tersangka korupsi agar bisa lolos dari jerat KPK. Doli juga menyebutkan bahwa dirinya berharap kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang tengah ditangani oleh pihak KPK segera selesai. Terlebih kasus dewa poker tersebut membawa nama ketum partai Golkar. Dirinya berharap agar kasus e-KTP bisa berproses dan berjalan dengan cepat, karena bisa berembet kemana-mana bahkan termasuk partai Golkar.

 

Harapan KPK terhadap kasus Setya Novanto

Pihak KPK berharap agar Setya Novanto segera sembuh dari sakitnya, Ketua DPR tersebut harusnya memenuhi panggilan penyidikan dari KPK pada senin 11/9/2017 namun dengan alasan sakit yang disebabkan kadar gula darah naik, Setnov tak datang memenuhi panggilan KPK. Sekretaris Jendral Partai Golkar (Idrus Marham) mengirimkan surat keterangan dari dokter salah satu rumah sakit yang menyatakan bahwa Setnov tengah menjalani perawatan.

Febi menyampaikan, jika penyidik tak bisa memaksa memeriksa tersangka jika sedang dalam keadaan sakit, Febi juga mendoakan agar Setnov cepat sembuh agar bisa menjalani pemeriksaan dari KPK. Febi juga menjelaskan jika pihak KPK masih mempelajari mengenai surat keterangan dari dokter tersebut, institusinya juga akan mempertimbangkan perlu atau tidaknya mencari atau meminta pendapat lain atau Second Opinion tentang penyakit yang dialami oleh Setya Novanto.

 

Pihak KPK berharap jika alasan sakit yang disampaikan oleh ketua DPR tersebut bukan untuk menghindar dari panggilan pemeriksaan pihak KPK terkait kasus korupsi e-KTP yang menjeratnya sebagai tersangka. Sehingga pekan depan, rencananya pihak lembaga anti korupsi tersebut berencana kembali memanggil Setya Novanto.